{"id":176,"date":"2026-03-05T05:04:07","date_gmt":"2026-03-04T22:04:07","guid":{"rendered":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/?p=176"},"modified":"2026-03-05T05:04:09","modified_gmt":"2026-03-04T22:04:09","slug":"mengapa-korupsi-outsourcing-harus-menjadi-musuh-bersama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/mengapa-korupsi-outsourcing-harus-menjadi-musuh-bersama\/","title":{"rendered":"Mengapa Korupsi Outsourcing Harus Menjadi Musuh Bersama?"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"819\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/1000870456-819x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-177\" srcset=\"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/1000870456-819x1024.jpg 819w, https:\/\/spamkfspmi.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/1000870456-240x300.jpg 240w, https:\/\/spamkfspmi.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/1000870456-768x960.jpg 768w, https:\/\/spamkfspmi.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/1000870456.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Jakarta (4\/3)\u2013 Sejarah akan mencatat kasus korupsi outsourcing di Kabupaten Pekalongan sebagai noktah hitam dalam perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Terungkapnya selisih dana puluhan miliar rupiah yang diduga mengalir ke kantong penguasa lokal mempertegas sebuah realitas pahit: bahwa skema alih daya sering kali hanyalah kamuflase untuk praktik perbudakan modern yang dilegalkan oleh administrasi negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Menanggapi carut-marut ini, Saepul Bahri, Ketua Bidang di PP SPAMK FSPMI yang membidangi Hukum &amp; Advokasi, mengeluarkan pernyataan yang menyentuh esensi keadilan sosial. Epul mengutuk keras perbuatan sang bupati yang dinilainya telah mengebiri martabat pekerja demi kepentingan dinasti ekonomi keluarganya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">&#8220;Kasus Pekalongan adalah cermin retak bagi dunia ketenagakerjaan kita. Puncak gunung es yang menguak kejahatan kemanusiaan yang telah berkarat ini. Bagaimana mungkin di tengah narasi kesejahteraan yang didengungkan pemerintah, masih ada praktik di mana 40% dari hak buruh dikorupsi bahkan sebelum sampai ke tangan mereka?&#8221; ujar Epul dengan tajam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Epul berpendapat bahwa persoalan ini tidak boleh dilihat secara parsial. Ia menegaskan bahwa kejahatan serupa juga jamak ditemukan di sektor swasta dan BUMN melalui skema pemagangan yang menyimpang. &#8220;Banyak perusahaan menggunakan label &#8216;pemagangan&#8217; atau &#8216;outsourcing&#8217; hanya untuk menghindari kewajiban normatif seperti upah layak dan jaminan sosial. Ini adalah kejahatan kemanusiaan yang terorganisir,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Dalam pandangan Epul, pemerintah harus berhenti bersikap reaktif hanya saat ada OTT (Operasi Tangkap Tangan). Ia menuntut langkah proaktif dari Kementerian Ketenagakerjaan dan aparat penegak hukum untuk memutus rantai &#8220;mafia tenaga kerja&#8221; yang bersarang di birokrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">&#8220;KPK harus mengirimkan pesan kuat melalui kasus ini: bahwa siapa pun yang mencuri hak-hak dasar buruh harus dihukum seberat-beratnya. Kami di FSPMI tidak akan tinggal diam melihat kamuflase perbudakan ini terus berlanjut. Hentikan eksploitasi ini sekarang, atau kita sedang menyiapkan bom waktu sosial yang akan meledak di masa depan. HOSTUM! Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah! ,&#8221; tutup Epul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (4\/3)\u2013 Sejarah akan mencatat kasus korupsi outsourcing di Kabupaten Pekalongan sebagai noktah hitam dalam perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Terungkapnya selisih dana puluhan miliar rupiah yang diduga mengalir ke kantong penguasa lokal mempertegas sebuah realitas pahit: bahwa skema alih daya sering kali hanyalah kamuflase untuk praktik perbudakan modern yang dilegalkan oleh administrasi negara. Menanggapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[50,13,35],"tags":[],"class_list":["post-176","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-aktualita","category-berita","category-berita-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":178,"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176\/revisions\/178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/spamkfspmi.or.id\/frontpage\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}